MODEL PENELITIAN FILOLOGI DAN ARKEOLOGI DALAM KAJIAN AGAMA: PENDEKATAN, METODE, DAN IMPLEMENTASINYA
DOI:
https://doi.org/10.64788/al-amin.v1i3.30Keywords:
artikel, jurnalAbstract
Penelitian agama tidak hanya dilakukan melalui kajian terhadap doktrin dan praktik keagamaan yang berkembang pada masa kini, tetapi juga dapat dilakukan melalui penelusuran terhadap sumber-sumber historis dan material. Filologi dan arkeologi merupakan dua pendekatan yang memiliki peranan penting dalam merekonstruksi kehidupan keagamaan masyarakat masa lalu. Filologi berfokus pada kajian terhadap naskah lama melalui proses inventarisasi, deskripsi naskah, kritik teks, transliterasi, penyuntingan, penerjemahan, dan interpretasi isi. Sementara itu, arkeologi memanfaatkan tinggalan material seperti bangunan, situs, makam, artefak, relief, dan struktur ritual sebagai sumber untuk memahami kehidupan masyarakat masa lampau. Artikel ini bertujuan menjelaskan model penelitian filologi dan arkeologi serta kemungkinan integrasinya dalam studi agama. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang membahas penelitian filologi terhadap naskah keagamaan dan penelitian arkeologi terhadap praktik keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa filologi dapat digunakan untuk merekonstruksi teks dan pemikiran keagamaan yang terdapat dalam manuskrip, sedangkan arkeologi dapat memberikan informasi mengenai praktik dan ekspresi keagamaan melalui bukti material. Integrasi kedua pendekatan tersebut dapat menghasilkan rekonstruksi sejarah agama yang lebih komprehensif karena sumber tekstual dapat dibandingkan dengan bukti material.
Downloads
References
Abbas, N. (1984). Catatan singkat mengenai kompleks makam Banyusumurup, Imogiri. Berkala Arkeologi, 5(2), 51–60. https://doi.org/10.30883/jba.v5i2.426
Abdullah (Ed), Muhammad, and dkk. Pengantar Filologi. Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan UNDIP, 2019.Misbahul Munir,
Akbar Arkeolog, Ali. Arkeologi Al-Qur’an Penggalian Pengetahuan Keagamaan. Cet. 1. LKPS, 2020.
Albiladiyah, S. I. (1994). Tipe huruf prasasti Masjid Girilaya. Berkala Arkeologi, 14(2), 191–196. https://doi.org/10.30883/jba.v14i2.722
Almakki, A. (2017). Filologi: Sebuah pendekatan mengkaji kitab keagamaan. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 11(23). https://doi.org/10.35931/aq.v0i0.5.
Chawari, M. (1994). Masjid Agung Kotagede: Kajian awal terhadap inskripsi yang ada. Berkala Arkeologi, 14(2), 31–33. https://doi.org/10.30883/jba.v14i2.638
Deviyanti, Siti. “Pengatalogan Naskah Kuno: Dari Kajian Filologi Hingga Bentuk Metadata.” Majalah BIOLAH PUSTAKA: E-Journal Perpusnas. Vol. 1. No. 1. (2022).
Firmansyah, F., & Misnawati. (2026). Pendekatan filologi dalam studi naskah Tafsir Al-Qur'an: Tinjauan teoretis, metodologis, dan problematika penerapannya. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 5(1), 496–512. https://doi.org/10.59944/amorti.v5i1.966.
Jaenal, Ahmad, Mustopa, dan Dasrun Hidayat. “Pengalaman Mahasiswa Saat Kelas Online menggunakan Aplikasi Zoom Cloud Meeting Selama Covid-19”. JDMR: Jurnal Digital Media & Relationship, Vol. 2, No. 2, (2020).Doni Wahidatul Akbar
Nuralia, L. (2017). Kaligrafi Islam pada dinding Masjid Kuna Cikoneng Anyer-Banten: Kajian arti dan fungsi. Berkala Arkeologi, 37(1), 85–100. https://doi.org/10.30883/jba.v37i1.82
Sodrie, A. C. (1995). Ulama dalam temuan arkeologi Islam. Berkala Arkeologi, 15(3), 70–73. https://doi.org/10.30883/jba.v15i3.674
Sunjana, D., Saringendyanti, E., & Nugrahanto, W. (2024). Asceticism practices on Mount Kumbang in the 15th–16th century: Praktik asketisme di Gunung Kumbang abad XV–XVI M. Berkala Arkeologi, 44(1), 41–60. https://doi.org/10.55981/jba.2024.3899.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sayid Rahmat Ramadhan, Asep Rahmatullah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










